Setelah
mencari info, melihat jadwal kosong, dan menahan laju pengeluaran sehari-hari
selama kurang lebih 2 minggu, akhirnya cita-cita jangka pendek dapat
direalisasikan, yakni jalan-jalan ke Candi Cetho dan Candi Sukuh, serta
Tawamangu.
Beruntung
sekali dalam perjalanan kali ini, saya punya teman yang tinggal di Solo,
Karanganyar, dan pernah kuliah di UNS. Sehingga, perencanaan perjalanan bisa
lebih detail.
Perjalanan kali ini cukup
menantang, karena selain kondisi Dudung (motor mio, red) yang kurang prima,
juga jalanan Jogja – Tawamangu yang membingungkan. Membingungkan karena harus
melewati Kota Solo yang jalannya kebanyakan satu arah dan antar satu bangunan
dan bangunan lain persis sama (bangunan tua, red). Sebagai info, dalam solo travelling, saya lebih senang bertanya
kepada masyarakat sekitar, dibandingkan menggunakan GPS. Ada feelnya. Bisa berinteraksi dan tidak jarang
mendapatkan info-info tambahan, seperti lokasi yang harus dikunjungi, jalan
pintas, dan sebagainya.