Menulis. Menyebarkan. Saling menginspirasi.

Bueheheeel

Yah nasib, gara-gara artis/selebritis/anak orang kaya/anak gaul, dan lain sebagainya yang pakai behel untuk gaya-gayaan, akhirnya yang pakai behel untuk benar-benar merapikan gigi jadi kena imbasnya.

Ini cerita lama sih, udah setahun yang lalu. Awal-awal pasang behel dikatain ''ciyee pakai behel, pegang BB, gahoool abiss''. Yah, apa daya tangan tak sampai, nah lho. #salahfokus

Mari seriussss .. . . Ceilehhh :p

Sebelum meyakinkan diri memasang behel, ada baiknya cari info sebanyak mungkin terlebih dulu. Boleh itu lewat internet, konsultasi, atau tanya temen-temen yang sudah pakai behel. Tujuannya, untuk meyakinkan diri, karena behel itu ga cuma dipakai sehari dua hari.
Share:

Kenaikan harga BBM dan realita ketimpangan infrastruktur

Ini adalah komentar panjang saya mengenai kenaikan harga BBM atau lebih tepatnya dicabutnya subsidi BBM oleh pemerintah.

Kemarin (17 Juni 2013) terdengar heboh se-Indonesia bahwa banyak mahasiswa yang melakukan demo, bahkan ada beberapa yang bertindak anarkis. Di Yogyakarta, dikabarkan mahasiswa membuat jalanan macet. Kalau sudah macet, sebenarnya yang dirugikan siapa? Kalau melakukan demo, sebenarnya yang diperjuangkan rakyat yang mana?

BBM emang harus naik, karena apa?
Supply dan Demand yang tidak seimbang, atau bisa dibilang Indonesia mengalami defisit, sehingga harus mengimpor BBM. Menurut para pengamat (coba cek google), kandungan minyak di Indonesia akan bertahan setidaknya sampai 2030. Nah ketika sudah habis, menggunakan bahan bakar apa? Apakah Demand akan dipenuhi oleh impor semua? Kalau memang demikian, bisa dipastikan akan terjadi kekacauan harga, karena harga minyak per barel terus mengalami fluktuasi.
Share:

Transisi manusia sebagai mahluk sosial

Saya semakin tidak sadar bahwa sejatinya manusia adalah mahluk sosial, yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, baik itu kebutuhan fisik maupun kebutuhan hidup. Perkembangan jaman kian menggerus kesejatian manusia, dan mulai menghilangkan sendi-sendi persaudaraan.

Saya tidak pernah berada di negara lain, tapi saya sudah tinggal di negara ini selama 22 tahun. Ketika kecil, saya bermain bersama teman-teman tanpa ada yang memegang handphone. Kami bercerita panjang lebar, bercanda sesuka kami, walaupun sebenarnya banyak hal yang garing. Ketika kecil, kami tidak perlu update status kalau sedang berantam, tidak perlu saling ignorance ketika bertemu, kami selesaikan permasalahan secara face to face.

Yah, mungkin saya terlalu banyak berfantasi ke masa lalu. Sementara di luar sana orang-orang semakin dinamis mengejar perkembangan jaman. Jaman yang kian menuntut profesionalisme, dan jaman yang menganggap persaudaraan adalah komoditas dagang saja.
Share:

Keunikan masyarakat Indonesia

Ini bukan kritik untuk negara, ini tentang ke-heranan saya tentang masyarakatnya. 
Saya belum pernah ke negara lain, biasanya main-main cuma antar dusun, desa, kecamatan, kabupaten, atau propinsi aja. Jadi  harap maklum, pengetahuan saya tentang budaya masyarakat di negara lain sama sekali ga ada.

Beberapa dari masyarakat (termasuk saya) semakin lupa akan artinya manusia sebagai mahluk sosial. Mungkin dalam beberapa tahun lagi, definisi manusia sebagai mahluk sosial tersebut akan ditambah menjadi mahluk sosial media.

Tidak sampai disitu, ini adalah hal yang (mungkin) hanya ada di masyarkat di negara ini.

1. Perayaan ulang tahun, dimana yang ulang tahun bayarin seluruh teman-temannya. Pasti sering ngebaca kata-kata ''Happy birthday, makan-makannya jangan lupa'', ''Selamat ulang tahun, panjang umur sukses selalu. Jangan lupa makan-makannya''. Ada juga yang mengancam jika ga dibayari makan, isi ucapannya begini ''Happy Birthday, awas lho kalau ga makan-makan''. Dan bahkan ada kata-kata basi, aneh, atau apalah itu yang diucapin padahal sebenernya kalau ga diucapin lebih baik ''HBD, WYATB, makan-makannya jangan lupa'' <<--ngucapin ultahnya singkat padat, tapi bilang kemek-kemeknya detail. 
Share:

Juragan

Popular Posts