Menulis. Menyebarkan. Saling menginspirasi.

Random: Aku Bercumbu untuk Melihatmu

AKU BERCUMBU UNTUK MELIHATMU

Pagi ini. Seperti biasa. Terbangun oleh suara alarm dari handphone yang terletak di dekat kuping. Aku tidak mengenal radiasi. Aku tidak mengenal efek samping. Bangun tidur tepat waktu jauh lebih penting bagiku daripada memikirkan hal-hal yang sama sekali aku tidak paham.

Waktu di handphone menunjukkan pukul 05.37. Tepat seperti perkiraan. Bangun tidur tidak lebih dari jam 05.45, agar seluruh kegiatanku di hari ini dapat berjalan dengan lancar. Hari ini adalah salah satu hari penting dalam hidupku. Hari ini aku dan Budi merayakan 2 bulan kami berpacaran.

Namaku adalah Rini, seorang mahasiswi semester 4 di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Aku dan Budi kuliah pada universitas yang sama, tapi berbeda jurusan. Budi di fakultas teknik, sementara aku di fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA). Kami bertemu di sebuah acara musik yang di adakan di fakultas teknik. Saat itu, aku dan Budi tidak saling kenal. Kami diperkenalkan oleh Dio. Dio adalah teman SMAku dan teman kuliah budi.
Share:

Saling bantu karena kita adalah satu

Akhir-akhir ini, Bangsa Indonesia seperti terguncang. Bukan, bukan terguncang, melainkan mulai membuka mata. Tidak bisa dipastikan darimana, apa, atau siapa pemicunya. Serentetan peristiwa terus hadir silih berganti untuk memanggil jiwa pancasila bangsa yang bernafaskan kebersamaan ini. Pada hari Rabu, 12 Februari 2014. Seseorang yang baik hati, dermawan, dan berjuang untuk rakyat dengan segenap jiwa raga, meluapkan isi hatinya yang sedang gelisah di sebuah acara televisi swasta. Panggilannya adalah Bu Risma, walikota Surabaya, salah satu kota metropolitan di Indonesia. Saya kira, tidak ada yang tidak tau Surabaya. Apalagi Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Akan tetapi, melalui prosentase, bisa dikatakan bahwa lebih dari 80% masyarakat non-Surabaya, banyak yang tidak tau perkembangan atau perubahan dari sentuhan Bu Risma kepada Surabaya.

Saya termasuk dari masyarakat non-Surabaya yang tidak tau tersebut. Bulan Maret 2013 adalah waktu terakhir kali ke kota Pahlawan. Ketika itu, menurut pandangan saya, tidak ada yang berbeda karena tidak begitu memperhatikan detail demi detail. Seperti biasa, dengan jalanan yang lebar dan dihiasi pepohonan rindang, lalu lintas yang rapi dengan suara rekaman arahan-arahan berlalu lintas, macet, teriknya matahari, Surabaya di tahun 2013 tidak berbeda dengan Surabaya yang saya kunjungi tahun 2009 dan 2010.
Share:

Malam minggu? SANTAI AJA MBLO!

Judul tulisan kali ini berbau provokatif. Memang bau, memang provokatif.

Seperti biasa, setiap sabtu malam tiba, atau biasa dikenal dengan SatNite atau Malam Minggu, pasti akan ada yang berkata, ''malam minggu sendirian mblo'', ''malam minggu kemana mblo'', ''masa malam minggu cuma makan kacang sambil nonton tv mblo'', dan kata-kata yang menyinggung jomblo lainnya. 

Seriously, pada awalnya keluar kata-kata tersebut terdengar asyik, karena bisa dijadikan bahan buat becandaan. Tapi pada akhirnya, jomblo-jomblo yang semula tidak tersinggung, akhirnya menjadi tersungging, eh salah, tersinggung maksud saya. Sementara itu, ada juga beberapa jomblo alay, yang menjadi panik apabila malam minggu tiba. Kalau khusus tipe alay, Bung Rhoma berkata, SUNGGUH TERLALUUUU.
Share:

Juragan

Popular Posts