Saya semakin tidak
sadar bahwa sejatinya manusia adalah mahluk sosial, yang membutuhkan orang lain
untuk memenuhi kebutuhannya, baik itu kebutuhan fisik maupun kebutuhan hidup. Perkembangan
jaman kian menggerus kesejatian manusia, dan mulai menghilangkan sendi-sendi
persaudaraan.
Saya tidak pernah
berada di negara lain, tapi saya sudah tinggal di negara ini selama 22 tahun. Ketika
kecil, saya bermain bersama teman-teman tanpa ada yang memegang handphone. Kami
bercerita panjang lebar, bercanda sesuka kami, walaupun sebenarnya banyak hal
yang garing. Ketika kecil, kami tidak perlu update status kalau sedang
berantam, tidak perlu saling ignorance
ketika bertemu, kami selesaikan permasalahan secara face to face.
Yah, mungkin saya
terlalu banyak berfantasi ke masa lalu. Sementara di luar sana orang-orang
semakin dinamis mengejar perkembangan jaman. Jaman yang kian menuntut
profesionalisme, dan jaman yang menganggap persaudaraan adalah komoditas dagang
saja.


